Syabab Umroh

Tata Cara Haji Lengkap: Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Tahallul

SPenulis : Tim Syabab Umroh·17 Maret 2026
Tata Cara Haji Lengkap: Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Tahallul

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Setiap tahunnya, jutaan jamaah dari berbagai negara datang ke Makkah di Arab Saudi untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang telah ditentukan dalam syariat Islam. Karena ibadah ini memiliki urutan dan tata cara tertentu, setiap calon jamaah perlu memahami prosesnya agar pelaksanaan haji dapat dilakukan dengan benar, khusyuk, dan sesuai tuntunan agama.

Tahapan pertama dalam ibadah haji dimulai dengan ihram, yaitu niat untuk memulai ibadah haji dari tempat yang telah ditentukan yang disebut miqat. Jamaah mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat haji sambil memperbanyak bacaan talbiyah. Setelah memasuki keadaan ihram, jamaah harus menjaga diri dari berbagai larangan seperti memotong rambut, menggunakan wewangian, dan melakukan hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah. Sesampainya di Masjidil Haram, jamaah biasanya melaksanakan tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Tawaf dilakukan dengan penuh kekhusyukan sambil berdoa dan memohon ampunan kepada Allah.

Setelah tawaf, jamaah melanjutkan ibadah dengan melakukan sa’i, yaitu berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Ibadah ini merupakan simbol keteguhan dan kesabaran Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Rangkaian ibadah haji kemudian mencapai puncaknya pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah. Pada momen ini jamaah berkumpul untuk berdoa, berdzikir, dan memohon ampun kepada Allah. Wukuf merupakan rukun haji yang paling utama, sehingga tanpa melaksanakan wukuf, ibadah haji seseorang dianggap tidak sah.

Setelah selesai wukuf, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk melakukan mabit, yaitu bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah. Pada hari berikutnya jamaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah, yaitu melempar batu kecil ke tiga tempat jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan. Setelah melontar jumrah, jamaah melakukan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut sebagai tanda keluar dari keadaan ihram sehingga sebagian larangan ihram sudah diperbolehkan kembali.

Rangkaian ibadah haji kemudian dilanjutkan dengan tawaf ifadah di Masjidil Haram, yang merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan. Tawaf ini menjadi penanda penyempurnaan ibadah haji setelah berbagai rangkaian ritual dilaksanakan. Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah juga dianjurkan melakukan tawaf wada, yaitu tawaf perpisahan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Ka’bah sebelum kembali ke negara masing-masing.

Dengan memahami tata cara haji secara menyeluruh, calon jamaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, baik dari sisi ilmu, fisik, maupun mental. Pengetahuan tentang setiap tahapan ibadah haji juga membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tertib, menghindari kesalahan dalam pelaksanaan, serta memperoleh pengalaman spiritual yang lebih mendalam selama berada di Tanah Suci.

Punya pertanyaan soal umroh?

Konsultasi gratis dengan tim Syabab Umroh.

Tanya via WA