Panduan Manasik Umroh
Tata cara umroh langkah demi langkah, dari niat ihram sampai tahallul.
- 1
Persiapan sebelum ihram
Mandi sunnah ihram, memotong kuku dan merapikan rambut, lalu memakai pakaian ihram. Pria memakai dua helai kain putih tanpa jahitan (satu disarungkan, satu diselendangkan) dan alas kaki yang tidak menutup mata kaki. Wanita memakai pakaian yang menutup aurat, wajah dan telapak tangan tetap terbuka.
- • Boleh memakai wewangian di badan sebelum niat ihram, tidak di kain ihram.
- • Disunnahkan sholat sunnah 2 rakaat sebelum niat bila waktunya memungkinkan.
- 2
Niat ihram di miqat
Niat umroh dilakukan di miqat. Jamaah dari Indonesia yang mendarat di Jeddah berniat di atas pesawat saat melintasi miqat Yalamlam/Qarnul Manazil (diumumkan awak kabin). Jamaah yang dari Madinah berniat di Bir Ali (Dzulhulaifah).
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika Allāhumma ‘umratan
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh.
- • Sejak niat, berlaku larangan-larangan ihram sampai tahallul.
- 3
Memperbanyak talbiyah
Setelah niat, perbanyak membaca talbiyah sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram. Pria mengeraskan suara, wanita cukup terdengar sendiri. Talbiyah berhenti ketika mulai tawaf.
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaik Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
- 4
Tawaf 7 putaran
Masuk Masjidil Haram dengan kaki kanan dan berdoa. Tawaf dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad, Ka'bah berada di sebelah kiri, sebanyak 7 putaran. Setiap melewati Hajar Aswad, angkat tangan kanan ke arahnya sambil membaca takbir (istilam).
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka. (Dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.)
- • Pria disunnahkan idhthiba' (bahu kanan terbuka) selama tawaf, dan berjalan cepat (raml) pada 3 putaran pertama bila memungkinkan.
- • Wajib suci dari hadas; bila batal wudhu, berwudhu lalu lanjutkan putarannya.
- 5
Sholat sunnah tawaf & minum zamzam
Setelah 7 putaran, sholat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila lapang, atau di mana saja di dalam masjid. Lalu minum air zamzam dan berdoa.
- 6
Sa'i 7 kali antara Shafa dan Marwah
Sa'i dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Shafa ke Marwah dihitung 1 kali, Marwah ke Shafa dihitung 1 kali, sampai 7 kali. Di antara dua lampu hijau, pria disunnahkan berlari kecil.
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh.
Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. (Dibaca saat mendaki Shafa pertama kali.)
- • Sa'i tidak wajib dalam keadaan suci, namun lebih utama suci.
- • Tersedia kursi roda / skuter untuk lansia.
- 7
Tahallul (memotong rambut)
Setelah sa'i selesai, potong atau cukur rambut. Pria lebih utama mencukur habis (minimal memotong 3 helai rambut), wanita memotong ujung rambut kira-kira seruas jari. Dengan tahallul, selesailah ibadah umroh dan seluruh larangan ihram tidak berlaku lagi.