Al-Qiyamah
Hari Kiamat · 40 ayat · Mekah · Juz 29
القيٰمة
🎧 Putar murottal
Ingin mulai dari ayat tertentu? Tekan ▶ di samping ayat itu — murottal berlanjut otomatis ke ayat berikutnya.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- 1
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ ١
Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).
Aku bersumpah demi hari Kiamat.
- 2
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ٢
Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmah(ti).
Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).
- 3
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ ٣
Ayaḥsabul-insānu allan najma‘a ‘iẓāmah(ū).
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
- 4
بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ ٤
Balā qādirīna ‘alā an nusawwiya banānah(ū).
Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
- 5
بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ ٥
Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah(ū).
Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus.
- 6
يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ ٦
Yas'alu ayyāna yaumul-qiyāmah(ti).
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
- 7
فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ ٧
Fa iżā bariqal-baṣar(u).
Apabila mata terbelalak (ketakutan),
- 8
وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ ٨
Wa khasafal-qamar(u).
bulan pun telah hilang cahayanya,
- 9
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ ٩
Wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar(u).
serta matahari dan bulan dikumpulkan,
- 10
يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ ١٠
Yaqūlul-insānu yauma'iżin ainal-mafarr(u).
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
- 11
كَلَّا لَا وَزَرَۗ ١١
Kallā lā wazar(a).
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung.
- 12
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ ١٢
Ilā rabbika yauma'iżinil-mustaqarr(u).
(Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
- 13
يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ ١٣
Yunabba'ul-insānu yauma'iżim bimā qaddama wa akhkhar(a).
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan.
- 14
بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ ١٤
Balil-insānu ‘alā nafsihī baṣīrah(tun).
Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
- 15
وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ ١٥
Wa lau alqā ma‘āżīrah(ū).
walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya).
- 16
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ ١٦
Lā tuḥarrik bihī lisānaka lita‘jala bih(ī).
Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya.
- 17
اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ ١٧
Inna ‘alainā jam‘ahū wa qur'ānah(ū).
Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya.
- 18
فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ ١٨
Fa iżā qara'nāhu fattabi‘ qur'ānah(ū).
Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.
- 19
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ ١٩
Ṡumma inna ‘alainā bayānah(ū).
Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya.
- 20
كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ ٢٠
Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
- 21
وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ ٢١
Wa tażarūnal-‘ākhirah(ta).
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
- 22
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ ٢٢
Wujūhuy yauma'iżin nāḍirah(tun).
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri
- 23
اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ ٢٣
Ilā rabbihā nāẓirah(tun).
(karena) memandang Tuhannya.
- 24
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ ٢٤
Wa wujūhuy yauma'iżim bāsirah(tun).
Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram
- 25
تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ ٢٥
Taẓunnu ay yuf‘ala bihā fāqirah(tun).
(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
- 26
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ ٢٦
Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).
Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
- 27
وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ ٢٧
Wa qīla man…rāq(in).
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”
- 28
وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ ٢٨
Wa ẓanna annahul-firāq(u).
Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
- 29
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ ٢٩
Waltaffatis-sāqu bis-sāq(i).
dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).
- 30
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ࣖ ٣٠
Ilā rabbika yauma'iżinil-masāq(u).
Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.
- 31
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ ٣١
Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā.
Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat.
- 32
وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ ٣٢
Wa lākin każżaba wa tawallā.
Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran).
- 33
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ ٣٣
Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā.
Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri.
- 34
اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ ٣٤
Aulā laka fa'aulā.
Celakalah kamu! Maka, celakalah!
- 35
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ ٣٥
Ṡumma aulā laka fa'aulā.
Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah!
- 36
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ ٣٦
Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudā(n).
Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
- 37
اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى ٣٧
Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā.
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?
- 38
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ ٣٨
Ṡumma kāna ‘alaqatan fa khalaqa fa sawwā.
Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya.
- 39
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ ٣٩
Fa ja‘ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
- 40
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖ ٤٠
Alaisa żālika biqādirin ‘alā ay yuḥyiyal-mautā.
Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?
Teks, terjemahan (Kemenag RI) & audio dari layanan terbuka equran.id.