Di era digital seperti sekarang, melaksanakan umroh mandiri jadi jauh lebih mudah berkat dukungan berbagai aplikasi resmi dan praktis. Dengan hanya bermodalkan ponsel dan koneksi internet, jamaah bisa mengatur semua kebutuhan perjalanan — mulai dari visa, hotel, transportasi, hingga jadwal ibadah. Namun, tidak semua aplikasi bisa digunakan untuk keperluan resmi. Nah, berikut ini daftar aplikasi wajib untuk jamaah umroh mandiri beserta fungsi dan manfaatnya.
1. Nusuk (Nusuk.sa)
Aplikasi ini merupakan platform resmi dari Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi. Lewat Nusuk, jamaah bisa mengatur jadwal ibadah, memesan izin masuk ke Raudhah, dan melihat status visa umroh. Aplikasi ini juga menampilkan berbagai paket layanan dan hotel yang terdaftar resmi.
Bagi jamaah mandiri, Nusuk adalah aplikasi paling penting, karena seluruh layanan terkait umroh dan ziarah kini terintegrasi di sana.
📱 Fungsi utama: Pendaftaran izin Raudhah, informasi jadwal, dan layanan ibadah resmi.
2. Tawakkalna
Setelah pandemi, Tawakkalna menjadi aplikasi resmi untuk registrasi kesehatan dan identitas digital di Arab Saudi. Meski kini fungsinya sudah diperluas, aplikasi ini tetap dibutuhkan untuk menampilkan status vaksinasi meningitis dan polio, serta akses ke area tertentu di Makkah dan Madinah.
📱 Fungsi utama: Bukti vaksinasi dan identitas digital saat berada di Arab Saudi.
3. Eatmarna (untuk izin ibadah dan ziarah)
Aplikasi Eatmarna sebelumnya digunakan untuk mengatur jadwal umroh dan Raudhah sebelum semua layanan berpindah ke Nusuk. Meski sudah mulai digantikan, sebagian jamaah masih menggunakan Eatmarna untuk memastikan data izin lama atau tiket ziarah terdaftar di sistem.
📱 Fungsi utama: Alternatif pengecekan izin ibadah sebelum sistem migrasi ke Nusuk.
4. Absher
Aplikasi ini dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi (MOI). Bagi jamaah mandiri, Absher penting untuk verifikasi identitas, terutama saat menggunakan layanan visa elektronik (e-visa) atau mengurus izin keluar–masuk (exit/re-entry) jika kamu memperpanjang masa tinggal.
📱 Fungsi utama: Verifikasi identitas dan keimigrasian digital untuk warga asing di Arab Saudi.
5. Saudi Visa Portal (visa.mofa.gov.sa)
Untuk jamaah yang mengurus visa umroh sendiri, situs dan aplikasinya Saudi Visa Portal sangat penting. Di sini kamu bisa mengajukan e-visa umroh secara mandiri, mengunggah dokumen, dan memantau status pengajuan. Semua proses bersifat resmi dan diakui oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi (MOFA).
📱 Fungsi utama: Pengajuan dan pengecekan status visa umroh mandiri.
6. Google Maps & Haramain Train App
Setelah sampai di Tanah Suci, dua aplikasi ini akan sangat membantu jamaah mandiri dalam navigasi. Google Maps memudahkan pencarian rute ke Masjidil Haram, hotel, restoran halal, atau tempat ziarah. Sedangkan Haramain Train App digunakan untuk pemesanan tiket kereta cepat Makkah–Madinah, lengkap dengan jadwal dan harga real-time.
📱 Fungsi utama: Navigasi perjalanan dan transportasi antar kota suci.
7. Maqam / Booking Hotel Teregistrasi Nusuk
Selain Nusuk, aplikasi atau situs yang terhubung langsung dengan sistem Maqam (platform resmi hotel dan layanan umroh) juga wajib digunakan. Hanya hotel yang terdaftar di Nusuk atau Maqam yang diterima dalam pengajuan visa umroh. Melalui platform ini, kamu bisa memastikan akomodasi kamu legal dan sesuai aturan pemerintah Saudi.
📱 Fungsi utama: Pemesanan hotel resmi yang diakui sistem Nusuk.
8. XE Currency & Grab/Uber KSA
Untuk urusan harian, dua aplikasi ini juga membantu jamaah mandiri. XE Currency memudahkan kamu memantau kurs Riyal ke Rupiah, sementara Grab atau Uber KSA jadi solusi transportasi yang aman dan mudah diakses di kota-kota besar seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah.
📱 Fungsi utama: Keuangan dan transportasi lokal selama perjalanan.





